Mediafartner.com.SUNGAI PENUH – Klarifikasi yang disampaikan oleh sopir mobil MBG terkait insiden ledakan gas LPG di kawasan Koto Lolo, Kecamatan Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh, menuai perhatian publik.
Dalam video berdurasi sekitar tiga menit yang beredar di media sosial, sopir tersebut membantah adanya kebakaran mobil maupun aktivitas pengangkutan gas LPG. Ia menyebut insiden terjadi akibat tabung gas yang terjatuh dari truk setelah tali pengikat putus, sehingga memicu api dalam waktu singkat.
Namun dalam pernyataannya, yang bersangkutan juga mengaku sebagai pemilik sekaligus pengurus MBG. Pengakuan ini dinilai menjadi poin penting karena berkaitan langsung dengan tanggung jawab operasional di lapangan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua LSM GRAM GP2AM, Hendri Wijaya, angkat bicara terkait klarifikasi yang telah beredar luas tersebut. Menurutnya, pernyataan itu memang memperjelas siapa yang berada di lokasi kejadian, namun belum menjawab secara utuh akar persoalan.
“Dari klarifikasi tersebut, kita bisa mengetahui siapa yang berada di lapangan saat kejadian. Namun substansi penjelasannya masih menimbulkan tanda tanya, terutama terkait penyebab utama insiden ledakan gas yang terjadi di depan kantor PLN, di pinggir jalan nasional Desa Koto Lolo,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perlu ada pendalaman terhadap pernyataan terkait pengambilan gas di luar mekanisme umum sebagaimana disampaikan dalam klarifikasi.
“Peristiwa ini tidak bisa berhenti pada klarifikasi di media sosial saja. Harus ada verifikasi faktual agar masyarakat mendapatkan informasi yang jelas dan tidak simpang siur,” tambahnya.
Hingga saat ini, publik masih menunggu penjelasan resmi dari pihak terkait guna memastikan kejelasan peristiwa yang sebenarnya terjadi. (Tim)
