Viral Lagi Dugaan Pelecehan Anak di Bawah Umur Kembali Terjadi di Kerinci

Mediafartner.com.KERINCI – Kasus dugaan Asusila ataupun Pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi diKabupaten Kerinci dan mirisnya yang menjadi korban adalah Seorang Siswi yang saat ini masih duduk di Kelas satu disalah satu SMP diDesa Baru Sungai Abu Kabupaten Kerinci. Sebut saja namanya Bunga, 13 thn.

Berdasarkan keterangan yang kami dapatkan dari berbagai sumber ataupun diri pihak keluarga korban yang tidak mau disebutkan namanya, bahwa ā€œBunga’ memang menjalin hubungan pacaran dengan salah seorang pemuda dari Desa Tetangga yaitu Desa Koto Tebat Kabupaten Kerinci, ā€˜Ad’ 18 thn. karena kurangnya pengawasan dari orang tua, sehingga ā€˜Bunga’ diduga sempat tidak pulang selama satu hari dan pergi bersama pacarnya, ā€˜Adā€ 18thn.

Atas peristiwa ini, pihak keluarga merasa kurang senang dan mengadukan hal ini ke Satreskrim bagian Perlayanan Perempuan dan Anak Polres Kerinci. Berdasarkan keterangan yang kami dapatkan dari Bagian PPA Polres Kerinci, hari ini, Jumat 15 Mei 2026 membenarkan bahwa mereka menerima laporan ataupun pengaduan dari pihak korban, tertaggal 13 Mei 2026 yang sampai dengan berita ini diturunkan masih dalam tahap penyidikan.

Atas kejadian ini, juga dibenarkan oleh Kades Desa Baru Sungai Abu dan Kades Koto Tebat, saat kami temui disalah satu tempat, kedua Kades ini juga dimintai keterangan oleh pihak Polres Kerinci, pada Kamis, 14 Mei 2026.

Hal ini harus menjadi perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Kerinci terutama Dinas PPA, karena masalah ini bukan saja menjadi masalah keluarga korban, melainkan menjadi tanggung jawab kita bersama dalam melindungi hak anak, apalagi korban masih duduk di bangku SMP kelas 1 dan masih dibawah umur.

Diharapkan Dinas PPA Kabupaten Kerinci dapat mendampingi Korban ataupun Keluarga Korban guna memberikan perlindungan konfrehensif. memulihkan trauma fisik dan psikologis, memastikan keadilan melalui proses hukum serta mencegah dampak negatif jangka panjang terhadap anak. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *