Mediafarner.com. SUNGAIPENUH– Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI didesak untuk segera turun tangan mengevaluasi kinerja PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau PT WIKA selaku kontraktor utama proyek normalisasi Sungai Batang Merao.
Desakan ini mencuat setelah pengerjaan proyek tersebut dinilai “asal-asalan” dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat.
Proyek yang bertujuan untuk meminimalisir dampak banjir ini menjadi sorotan tajam karena teknis pengerjaannya dianggap tidak menyentuh substansi masalah. Berdasarkan laporan lapangan, pengerjaan yang dilakukan oleh pihak subkontraktor di bawah koordinasi vendor Johan dan Liong diduga tidak melakukan pengerokan di bagian tengah sungai seperti yang terlihat di pekerjaan normalisasi sungai Batang merao kecamatan Hamparan Rawang.
Kritik pedas datang dari warga dan aktivis lingkungan setempat. Mereka menilai pengerjaan hanya difokuskan pada pembersihan area pinggiran atau tebing sungai saja, sementara pendangkalan yang terjadi di bagian tengah sungai dibiarkan begitu saja tanpa ada upaya pengerukan yang signifikan.
“Jika bagian tengah sungai tidak dikeruk, maka volume daya tampung air tetap tidak bertambah. Ini sama saja pengerjaan yang sia-sia atau asal-asalan hanya untuk menggugurkan kewajiban kontrak,” ungkap salah satu tokoh masyarakat yang memantau lokasi.
Keterlibatan vendor Johan dan Liong sebagai pihak subkontrak juga tak luput dari evaluasi. Publik mempertanyakan pengawasan yang dilakukan oleh PT WIKA terhadap rekanannya tersebut. Seharusnya, sebagai perusahaan BUMN besar, PT WIKA memiliki standar operasional prosedur (SOP) dan kontrol kualitas yang ketat agar proyek infrastruktur negara memberikan manfaat jangka panjang.
Masyarakat meminta BWSS VI tidak menutup mata dan segera melakukan audit lapangan. Pihak Balai diminta bertindak tegas terhadap PT WIKA jika ditemukan adanya ketidaksesuaian antara spesifikasi teknis dalam kontrak dengan realisasi di lapangan.
“Kami minta BWSS VI mengevaluasi secara menyeluruh. Jangan sampai anggaran negara yang besar habis untuk proyek yang hasilnya tidak dirasakan manfaatnya oleh rakyat karena pengerjaan yang kurang profesional,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BWSS VI maupun perwakilan PT WIKA belum memberikan pernyataan resmi terkait kendala teknis dan keluhan masyarakat di proyek normalisasi Sungai Batang Merao tersebut. (Tim)
