Mediafartner.com.SUNGAI PENUH– Dugaan praktik pungutan liar (Pungli) mencuat di lingkungan pendidikan Kota Sungai Penuh, oknum media berinisial ZN, dikenal orang dekat Walikota Sungai Penuh, diduga memanfaatkan pengaruh non-formal pasca-Pilkada. ZN disebut mengutus seorang kurir berinisial M ke salah satu sekolah untuk menyampaikan persoalan terkait Lembar Kerja Siswa (LKS) dengan dalih “keamanan”.
Dinilai kedekatan ZN di lingkaran kekuasaan daerah membuat pesan dibawa kurir memiliki bobot tekanan tersendiri. Kurir M menyampaikan bahwa persoalan LKS dapat “diamankan” agar tidak berkembang menjadi polemik luas.
Situasi ini menimbulkan kegelisahan di lingkungan sekolah, karena pesan tersebut diyakini berasal dari ZN sebagai figur memiliki akses dan relasi politik kuat.
Dalam kondisi tersebut, pihak sekolah meyakini bahwa pesan disampaikan kurir M merupakan kehendak langsung ZN.
Disinyalir femi menjaga situasi tetap kondusif dan menghindari persoalan lebih besar, pihak sekolah akhirnya mengikuti permintaan dikaitkan dengan uang keamanan sebagaimana disampaikan melalui perantara tersebut.
Namun keadaan justru berkembang di luar dugaan. Setelah uang diserahkan kepada ZN, peristiwa itu terdokumentasi dalam bentuk rekaman video. Alih-alih persoalan mereda, dinamika di lapangan justru semakin rumit dan membuka babak baru memicu perhatian publik.
Ironisnya, pihak sekolah yang telah mengikuti permintaan demi alasan keamanan justru menjadi objek sorotan.
Polemik LKS tersebut kemudian muncul dan ikut viral melalui pemberitaan di media yang dikelola ZN sendiri, sehingga menempatkan sekolah dalam posisi tertekan dan seolah menjadi pihak bermasalah.
Rangkaian peristiwa ini memunculkan dugaan kuat adanya praktik pungli memanfaatkan posisi, pengaruh, serta kedekatan politik pasca-Pilkada. Publik kini menilai perlu adanya penelusuran serius agar sektor pendidikan tidak dijadikan ruang tekanan kepentingan non-formal, serta agar relasi kekuasaan tidak disalahgunakan dengan mengorbankan institusi pendidikan. (Red)
