BWSS VI dan PT WIKA Diduga Terlibat Mark Up Uang Negara

Mediafartner.com.SUNGAI PENUH-Normalisasi Sungai Barang Merao dan Saluran Irigasi di Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci pelaksana PT WIKA di bawah naungan BWSS VI Jambi, dinilai berkongkalikong  mark up volume galian lumpur normalisasi dan ukuran BJ Besi serta mutu (K) beton pada pembangunan saluran irigasi tahap I dan II.

Dikabarkan PT WIKA telah melakukan pencairan dana bagi vendor di bawah naungan pemegang kontrak khusus pekerjaan saluran dan normalisasi sungai tahap I dan II.

Namun patut di duga kuat besaran besi BJ besi tidak standar pada pembuatan saluran irigasi juga mitu beton perlu di tinjau ulang.

Selain itu pekerjaan vendor di bawah pemegang kontrak Liong dinilai tidak mencukupi volume galian tidak sesuai diajuakan.

Tanpak dilokasi kerja, ilok Liong masih ber pulau pulau, dan di pinggir bantaran sungai minim buangan sedimen.

Malah ada ditengah sungai masih tanpak sedimen menumpuk seperti gambar di berita ini.

Diharapkan pihak BWSS VI Jambi dapat mengevaluasi pekerjaan Liong yang diduga tidak bekerja seperti vendor lainnya.

Selain itu, pekerjaan tahap I dan II PT WIKA perlu uji kelayakan beton dan ukuran besi serta BJ besi. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *