Pembukaan Jalan Baru Bukit Simancik Disorot

SUNGAIPENUH – Proyek pembukaan jalan baru di Bukit Simancik, Kecamatan Pondok Tinggi, Kota Sungai Penuh, menuai sorotan tajam dari berbagai pihak.

Proyek yang dikerjakan oleh CV. Ariq Contraktor dengan nilai kontrak fantastis sebesar Rp. 897.400.018,54 yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) ini diduga dikerjakan secara asal-asalan tanpa mengutamakan mutu dan kualitas, sehingga dikhawatirkan akan minim manfaat bagi masyarakat.

Pantauan langsung di lokasi proyek menunjukkan kekhawatiran serius mengenai standar pengerjaan jalan tersebut. Pembukaan jalan baru ini melewati medan yang dikenal sangat terjal dan terlalu menanjak. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat bahwa pengerjaan proyek tersebut asal jadi dan abai terhadap prinsip teknis yang seharusnya menjamin keselamatan dan kelancaran akses transportasi.

”Dengan kondisi jalan yang sangat menanjak seperti ini, kami khawatir jalan ini akan sulit dan berisiko tinggi untuk dilalui, terutama saat musim hujan atau bagi kendaraan roda dua. Jika mutu pengerjaannya tidak prima, jalan ini akan cepat rusak dan akhirnya sia-sia saja,” ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat setempat menilai bahwa lokasi proyek ini minim manfaat karena pertimbangan kondisi geografis yang ekstrem dan aksesibilitas yang diragukan.

Dana DAU yang seharusnya digunakan untuk infrastruktur vital yang berdampak luas, dikhawatirkan terbuang sia-sia jika jalan ini tidak dapat berfungsi optimal.

Untuk mendapatkan klarifikasi mengenai dugaan rendahnya mutu pekerjaan dan pertimbangan kelayakan teknis, awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada instansi terkait pada Senin (17/11/2025).

Namun, upaya konfirmasi kepada Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Sungai Penuh berujung pada kekecewaan. Pejabat bersangkutan memilih bungkam dan enggan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh awak media terkait spesifikasi teknis, pengawasan proyek, dan tanggapan atas kekhawatiran masyarakat.

Sikap bungkam dari pihak PUPR ini semakin memperkuat dugaan adanya masalah dalam pelaksanaan proyek tersebut, memicu tanda tanya besar mengenai transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara senilai hampir satu miliar rupiah ini.

Masyarakat dan berbagai pihak mendesak Pemerintah Kota Sungai Penuh untuk segera turun tangan melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap proyek pembukaan jalan Bukit Simancik ini, demi memastikan bahwa setiap rupiah anggaran daerah benar-benar memberikan manfaat nyata dan dikerjakan sesuai standar kualitas yang ditetapkan. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *