Proyek Normalisasi PT WIKA Picu Longsor di Cangking, Warga Desak BWSS VI Segera Turun Lapangan

Mediafartner.com.SUNGAI PENUH– Pelaksanaan proyek normalisasi Sungai Batang Bungkal yang dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (WIKA) di kawasan Cangking, Kota Sungai Penuh, menuai protes keras dari masyarakat setempat.

Alih-alih memberikan solusi banjir, pengerjaan proyek tersebut diduga menjadi pemicu longsornya tebing di sepanjang bantaran sungai yang kini mengancam akses jalan utama.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi tebing yang kian kritis setelah dilakukan pengerukan. Tanah penyangga terlihat ambrol, menciptakan retakan besar yang menjalar hingga ke badan jalan. Jika tidak segera ditangani, dikhawatirkan jalan tersebut akan ambruk sepenuhnya dan memutus akses transportasi warga.

Beberapa warga setempat menyatakan kekhawatirannya atas metode pengerjaan yang dinilai tidak memperhatikan aspek keamanan lingkungan (Ambal).

”Semenjak alat berat bekerja di sini, tanah tebing justru mulai labil dan longsor. Kami khawatir jalan ini tinggal menunggu waktu saja untuk ambruk kalau dibiarkan seperti ini,” ujar salah seorang warga di lokasi, Senin (29/12).

Pekerjaan yang baru saja dikerjakan ini dinilai bermasalah karena tidak dibarengi dengan pembangunan dinding penahan tanah (turap) yang memadai di titik-titik rawan, sehingga aliran air sungai justru mengikis bagian bawah tebing yang baru dikeruk.

Menanggapi kondisi tersebut, sejumlah tokoh masyarakat meminta pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VI selaku instansi pemberi kerja untuk segera turun ke lapangan.

”Kami minta pihak BWSS VI jangan diam saja. Segera cek langsung ke Cangking Kota Sungai Penuh. Proyek yang seharusnya membawa manfaat ini malah merusak infrastruktur yang sudah ada. PT WIKA harus bertanggung jawab atas dampak kerusakan ini,” tegas salah satu aktivis lingkungan setempat.

Masyarakat berharap adanya audit atau evaluasi teknis terhadap pengerjaan normalisasi tersebut agar kerusakan tidak semakin meluas dan menelan korban jiwa akibat jalan ambruk.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana dari PT WIKA maupun perwakilan BWSS VI belum memberikan pernyataan resmi terkait kendala teknis dan dampak lingkungan yang terjadi di kawasan Cangking tersebut. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *