Mediafartner.com. KERINCI – Pasalnya, Proyek yang dikerjakan oleh CV EMPAT LIMA PRAKARSA dengan nilai pagu anggaran sebesar Rp. 162.131.200,00 (Seratus enam puluh dua juta seratus tiga puluh satu ribu dua ratus rupiah) ini kuat terindikasi adanya praktik korupsi, lantaran hasil pengerjaan yang dinilai sangat buruk dan diduga tidak sesuai spesifikasi.
Warga menyoroti kualitas fisik jalan aspal tersebut yang terlihat sangat tipis tidak datar dan bergelombang serta mudah sekali digenangi air meski dengan intensitas hujan ringan, tentunya hal ini akan berdampak buruk bagi daya tahan jalan aspal yang baru saja selesai dibangun ini.
“Baru selesai kok sudah gini? Aspalnya tipis sekali, dan lihat itu genangan air di mana-mana. Dengan anggaran segitu, hasilnya harusnya bukan begini,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Kecurigaan masyarakat semakin menguat mengingat beberapa kejanggalan yang terjadi selama proses pengerjaan. Warga melaporkan bahwa tidak terlihat adanya pengawasan yang intensif dari instansi terkait di lokasi proyek.
Selain itu, yang paling mencolok dan melanggar aturan transparansi publik adalah tidak adanya papan nama proyek di lokasi.
Lebih mengejutkan lagi, pekerjaan dengan pagu anggaran ratusan juta rupiah ini dilaporkan hanya selesai dikerjakan dalam waktu tiga hari saja.
Durasi pengerjaan yang singkat ini menjadi salah satu indikasi kuat adanya dugaan pengurangan volume atau material (mark-up) yang menyebabkan kualitas aspal sangat rendah.
Terkait permasalahan ini, awak media berupaya meminta konfirmasi dan klarifikasi ke Dinas PUPR Kabupaten Kerinci melalui Bidang Cipta Karya. Hadri, Kepala Bidang Cipta Karya, yang seharusnya bertanggung jawab atas kegiatan proyek infrastruktur ini, ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan akan menindaklanjuti permasalahan ini.
“Ok bang, terimakasih nanti kami tindak lanjuti,” balasnya singkat (Rabu,27/11/2025).
Masyarakat mendesak agar pihak Kejaksaan dan Inspektorat segera turun tangan untuk melakukan audit investigasi terhadap proyek CV EMPAT LIMA PRAKARSA ini, guna membongkar dugaan korupsi yang dinilai telah merugikan keuangan negara. (Hen)
