Ledakan LPG di Sungai Penuh, Dugaan Kelalaian Menguat, Publik Tunggu Hasil Investigasi

Mediafartner.com. SUNGAI PENUH – Insiden ledakan gas LPG yang terjadi di Koto Lolo, Kecamatan Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh, masih menyisakan tanda tanya. Hingga kini, dugaan kelalaian dalam proses distribusi gas semakin menguat, sementara publik menunggu langkah konkret dari pihak terkait.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut terjadi saat proses pemindahan tabung gas dari sebuah truk milik agen gas PT Fridona Jaya Gas ke kendaraan lain milik Dapur MBG. Dalam proses tersebut, sejumlah tabung gas dilaporkan terjatuh ke aspal hingga memicu ledakan.

Sumber di lokasi menyebutkan, kejadian bermula saat proses pembongkaran dilakukan tanpa pengamanan yang memadai. “Saat dibongkar, tabung gas berjatuhan. Ketika menghantam aspal, langsung terjadi ledakan dan menimbulkan korban luka bakar,” ungkapnya.

Korban dalam insiden ini diketahui merupakan anak dari sopir truk yang berada di lokasi saat proses berlangsung.

Pasca kejadian, berbagai pihak mulai mempertanyakan penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam distribusi gas LPG. Aktivis Sungai Penuh–Kerinci, Yudi Hermawan, menilai insiden ini tidak bisa dianggap sebagai kecelakaan biasa.

“Dugaan kelalaian ini harus ditelusuri secara serius. Kita ingin tahu apakah proses pengangkutan dan pembongkaran sudah sesuai SOP atau tidak. Ini menyangkut keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mendesak pihak pengawasan migas dan Pertamina untuk segera turun ke lapangan guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran prosedur.

Sementara itu, pengawas migas wilayah Kerinci–Sungai Penuh, Rama, menyatakan pihaknya akan segera melakukan penelusuran meskipun belum menerima laporan resmi saat kejadian berlangsung.

“Kami akan segera melakukan investigasi untuk memastikan kronologi dan penyebab pasti insiden ini,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Fridona Jaya Gas belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut meskipun telah dihubungi.

Insiden ini kini menjadi perhatian publik, tidak hanya soal kejadian itu sendiri, tetapi juga terkait sistem pengawasan dan standar keselamatan dalam distribusi gas LPG. Publik berharap investigasi dilakukan secara transparan dan tuntas, serta diikuti dengan langkah tegas apabila ditemukan adanya kelalaian yang membahayakan keselamatan masyarakat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *