Mediafartner.com.JAMBI– Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Sungai Penuh, Wahyu Rahman Deddy, bersama sang istri tampil memukau mewakili Kota Sungai Penuh dalam ajang Festival Jambi Elok Nian yang digelar di Provinsi Jambi.
Mengenakan busana bernuansa budaya khas daerah, pasangan tersebut tampil anggun dan percaya diri di atas panggung, memperlihatkan kekayaan seni dan budaya Kota Sungai Penuh di hadapan para tamu undangan serta masyarakat yang memadati lokasi acara.
Festival Jambi Elok Nian merupakan salah satu agenda budaya Provinsi Jambi yang bertujuan memperkenalkan kekayaan adat, seni, dan tradisi dari seluruh kabupaten dan kota sebagai upaya memperkuat identitas budaya sekaligus mendukung sektor pariwisata.
Keikutsertaan Wahyu Rahman Deddy bersama istri mendapat apresiasi sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya. Namun, di balik kemeriahan panggung budaya tersebut, publik juga menaruh harapan agar semangat yang ditampilkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan di bidang lingkungan hidup.
Sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Wahyu Rahman Deddy diharapkan mampu menghadirkan terobosan dan langkah-langkah nyata dalam penanganan persoalan sampah yang masih menjadi perhatian masyarakat di Kota Sungai Penuh.
“Budaya yang indah akan semakin sempurna bila diiringi lingkungan yang bersih. Karena itu, masyarakat berharap penampilan memukau di panggung Festival Jambi Elok Nian dapat menjadi cerminan semangat untuk mewujudkan Kota Sungai Penuh yang semakin bersih, sehat, dan nyaman,” demikian harapan yang berkembang di tengah masyarakat.
Festival budaya memang menjadi panggung untuk memperkenalkan keindahan daerah. Namun bagi masyarakat, keberhasilan sesungguhnya tidak hanya diukur dari penampilan di atas panggung, melainkan juga dari kemampuan pemerintah menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik, termasuk pengelolaan kebersihan dan penanganan sampah secara berkelanjutan.
Dengan demikian, kehadiran Kadis LH Kota Sungai Penuh di Festival Jambi Elok Nian tidak hanya menjadi representasi budaya daerah, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen dalam menjaga keseimbangan antara pelestarian budaya dan terciptanya lingkungan yang bersih serta asri bagi masyarakat.
