Mediafartner.com. SUNGAI PENUH – Proyek normalisasi Sungai Batang Merao yang dikerjakan oleh PT WIKA di wilayah Kecamatan Hamparan Rawang, Kota Sungai Penuh, menuai protes keras dari masyarakat.
Pasalnya, material sisa galian yang dibiarkan menumpuk di pinggir jalan Desa Paling Serumpun mengakibatkan akses transportasi terganggu dan membahayakan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, tumpukan tanah galian dari dasar sungai meluber hingga memakan sebagian badan jalan. Hal ini menyebabkan lebar jalan berkurang drastis, sehingga kendaraan roda empat sulit untuk berpapasan.
Warga setempat mengeluhkan kondisi ini karena dinilai tidak adanya penanganan pasca-pengerukan. “Jalan jadi sempit sekali. Kalau berpapasan mobil, salah satu harus mengalah turun ke bahu jalan yang licin. Kami mendukung normalisasi sungai, tapi tolong sisa galiannya diangkut, jangan dibiarkan menumpuk di jalan desa kami,” ujar salah seorang warga Desa Paling Serumpun.
Selain mempersempit ruang gerak, sisa galian tersebut dikhawatirkan akan berubah menjadi lumpur licin saat hujan turun dan menimbulkan debu pekat saat cuaca panas, yang berdampak pada kesehatan pernapasan warga sekitar.
Upaya konfirmasi telah dilakukan untuk meminta klarifikasi dari pihak pelaksana proyek. Namun, pihak PT WIKA melalui vendornya, Johan, tidak memberikan respon sama sekali.
Saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp pada Sabtu 27/12/2025, Johan tidak memberikan jawaban meskipun pesan terpantau masuk. Sikap diam dan terkesan bungkam dari pihak rekanan ini disayangkan oleh masyarakat, karena dianggap tidak transparan dan tidak bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan dari pekerjaan proyek tersebut.
Masyarakat Desa Paling Serumpun mendesak agar PT WIKA segera mengangkut sisa galian yang menumpuk di bahu jalan agar bisa Mengembalikan fungsi jalan seperti semula dan tidak menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
Hingga berita ini diturunkan, tumpukan material masih terlihat menghiasi sepanjang pinggiran jalan di Desa Paling Serumpun tanpa ada tanda-tanda akan segera dievakuasi. (Tim)
