Mediafartner.com.SUNGAI PENUH – Klarifikasi yang disampaikan oleh pengemudi sekaligus pengurus mobil MBG terkait insiden LPG di Koto Lolo justru menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.
Dalam video yang beredar di media sosial, pengemudi mengaku sempat menghubungi pihak pangkalan untuk mengambil gas. Namun, menurut keterangannya, pihak pangkalan menyarankan agar gas diambil di jalan karena masih dalam perjalanan.
Pernyataan ini langsung menjadi sorotan. Pasalnya, distribusi LPG umumnya dilakukan melalui jalur resmi seperti pangkalan, bukan diambil langsung di jalan.
Jika benar ada arahan seperti itu, maka hal ini dinilai perlu dikaji lebih lanjut karena menyangkut aturan distribusi gas yang sudah ditetapkan.
Pengemudi juga mengakui bahwa dirinya sempat bertemu langsung dengan mobil pengangkut gas di lokasi kejadian. Saat itulah terjadi insiden, di mana tabung gas disebut terjatuh akibat tali pengikat putus dan sempat memicu api.
Meski disebut hanya berlangsung singkat, kejadian ini menunjukkan bahwa peristiwa tersebut memang benar terjadi dan bukan sekadar isu.
Di sisi lain, video yang beredar memperlihatkan kondisi yang menimbulkan pertanyaan. Terlihat mobil MBG dan mobil pengangkut gas berada saling berhadapan di pinggir jalan, serta pintu belakang mobil MBG dalam keadaan terbuka.
Kondisi ini dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan penjelasan yang disampaikan dalam klarifikasi.
Selain itu, penggunaan mobil MBG juga ikut menjadi perhatian. Jika kendaraan tersebut merupakan mobil operasional program tertentu, maka penggunaannya di luar fungsi utama dinilai perlu dijelaskan.
Sejumlah pihak menilai, persoalan ini tidak cukup dijawab dengan klarifikasi di media sosial saja. Diperlukan penjelasan resmi dan kajian dari aparat penegak hukum agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
“Kalau memang sesuai aturan, tentu tidak masalah. Tapi kalau ada yang tidak sesuai, ini perlu dijelaskan secara terbuka,” ujar salah satu warga.
Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu kejelasan dari pihak berwenang terkait insiden tersebut. Transparansi dinilai penting agar tidak terjadi simpang siur informasi di tengah publik (Tim)
