Dugaan Penyimpangan Teknis & Kualitas Tembok Penahan Sungai Batang Bungkal

Sungai Penuh, Medifartner.com – Lagi-lagi proyek pembangunan Tembok Penahan sungai batang bungkal di Kota Sungai Penuh Kembali disorot, Kali ini berlokasi di Desa Gedang Kecamatan Sungai Penuh yang diduga tak sesuai Spesifikasi dan berpotensi penyimpangan anggaran.

Sebagai pelaksana Proyek tersebut yaitu  CV . Cantigi Bumi Sakti dengan nilai Rp. 486.488.368,78- yang saat ini sedang dalam tahap pengerjaan namun  disinyalir memiliki berbagai masalah kualitas konstruksi yang mengancam ketahanan bangunan.

Dugaan Penyimpangan Teknis dan Kualitas

Berdasarkan investigasi lapangan, proyek tembok penahan di Sungai Bungkal menunjukkan beberapa kejanggalan fundamental dalam pelaksanaannya :

Kualitas Adukan Semen Meragukan: Adukan semen dan pasir pada pasangan batu dinilai terlalu kasar, menyisakan rongga-rongga besar. Kondisi ini dapat menyebabkan air mengendap di dalam struktur dan memicu pertumbuhan lumut, yang pada akhirnya akan mempercepat degradasi dan mengurangi umur teknis tembok penahan.

Kedalaman Pondasi Diragukan : Kedalaman pondasi bangunan dicurigai terlalu dangkal, yang sangat kritis untuk struktur penahan tanah atau air. Pondasi yang tidak memadai berisiko tinggi menyebabkan bangunan mudah retak atau ambruk, terutama saat menerima tekanan hidrostatis atau pergerakan tanah.

Diduga tanpa Pasir Urukan: Ditemukan indikasi tidak adanya pasir urukan di lokasi, padahal material ini penting untuk stabilitas dan drainase di bawah pondasi atau di belakang tembok. Penghilangan urukan pasir dapat berdampak negatif pada kekuatan dan ketahanan struktur.

Temuan ketidaksesuaian teknis ini memunculkan dugaan kuat adanya praktik mark-up volume pekerjaan yang tidak sesuai realisasi di lapangan. Selain itu, muncul pula kecurigaan adanya praktik “money laundry” terkait aliran dana proyek.

PUPR harus segera turunkan tim audit teknis independen untuk memeriksa proyek ini secara menyeluruh sebelum ada pembayaran. Jangan sampai uang negara dibayarkan untuk kualitas bangunan yang tidak memenuhi standar.

Semua indikasi, mulai dari adukan yang kasar, pondasi dangkal, hingga ketiadaan papan informasi, mengarah pada satu kesimpulan: proyek ini bermasalah dan berpotensi merugikan keuangan daerah.

Kepala Dinas PUPR Kota Sungai Penuh diharapkan segera merespons desakan ini dengan mengambil langkah tegas. Pembayaran proyek yang terindikasi bermasalah harus ditahan hingga seluruh dugaan penyimpangan terbukti tidak ada atau telah diperbaiki sesuai spesifikasi teknis yang berlaku. Hal ini penting untuk menjamin infrastruktur yang dibangun benar-benar serta memberikan manfaat dan keamanan bagi masyarakat Desa Gedang. (Tim)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *