Mediafartner.com.KERINCI – Sorotan terhadap pengelolaan Dana Desa Koto Panjang, Kecamatana Kayu Aro, Kabupaten Kerinci terus bergulir. Setelah mencuat berbagai pertanyaan terkait transparansi penggunaan anggaran, kini sejumlah warga meminta agar dilakukan audit secara menyeluruh oleh aparat yang berwenang.
Permintaan tersebut muncul karena masyarakat mengaku kesulitan memperoleh informasi yang jelas mengenai realisasi penggunaan Dana Desa Tahun Anggaran 2024. Selain itu, warga juga mempertanyakan keberadaan baliho APBDes yang semestinya dipasang sebagai bentuk keterbukaan informasi kepada publik.
Berdasarkan data anggaran yang beredar, terdapat sejumlah kegiatan dengan nilai yang cukup besar, di antaranya pembangunan sarana dan prasarana kepemudaan dan olahraga, penyertaan modal desa, keadaan mendesak, pembinaan kelembagaan, penyusunan dokumen desa, hingga berbagai kegiatan festival, pelatihan, dan operasional pemerintahan desa.
Menurut warga, seluruh anggaran tersebut perlu dipastikan pelaksanaannya benar-benar sesuai dengan ketentuan, baik dari sisi administrasi maupun kondisi fisik di lapangan.
“Kami berharap dilakukan audit yang objektif dan menyeluruh. Kalau memang pengelolaannya sudah sesuai aturan tentu tidak menjadi persoalan. Namun jika ditemukan penyimpangan, kami berharap diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Warga juga meminta agar Inspektorat Kabupaten Kerinci menunjukkan independensinya dalam menjalankan fungsi pengawasan. Di sisi lain, mereka berharap aparat penegak hukum dapat menindaklanjuti apabila nantinya ditemukan adanya dugaan pelanggaran berdasarkan hasil audit maupun penyelidikan.
Mengenai isu yang beredar di tengah masyarakat terkait dugaan adanya setoran tertentu kepada oknum pengawas, hingga berita ini diterbitkan belum terdapat bukti yang dapat memverifikasi kebenaran informasi tersebut. Karena itu, dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui mekanisme hukum yang berlaku dan tidak dapat dijadikan fakta sebelum ada hasil pemeriksaan resmi.
Masyarakat berharap Pemerintah Desa Koto Panjang juga memberikan klarifikasi secara terbuka agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah publik. Transparansi dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan Dana Desa.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Koto Panjang maupun Inspektorat Kabupaten Kerinci belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai pertanyaan yang disampaikan masyarakat. (Tim)
