Mediafartner.com.SUNGAI PENUH – Insiden ledakan gas LPG di kawasan Koto Lolo, Kecamatan Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh terus menuai perhatian dari berbagai kalangan. Kali ini, sorotan datang dari Ketua LSM LAKI Kerinci, Jhon Hendri, yang menilai perlu adanya evaluasi serius terhadap standar operasional prosedur (SOP) dalam distribusi gas.
Menurut Jhon Hendri, aktivitas pengambilan atau pemindahan tabung gas langsung di jalan menggunakan mobil angkutan perlu dipertanyakan dari sisi kelayakan dan kepatuhan terhadap aturan.
“Pengambilan gas di jalan melalui mobil gas langsung itu apakah sudah sesuai SOP? Kalau memang tidak sesuai, seharusnya izin operasional bisa dicabut oleh pihak terkait,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kondisi fisik tabung gas yang digunakan dalam distribusi, yang menurutnya harus menjadi perhatian serius dalam pengawasan.
“Kedua, perlu dilihat apakah tabung gas yang digunakan masih layak pakai atau tidak. Ini menyangkut pengawasan. Jangan sampai kelalaian seperti ini terus terjadi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul insiden ledakan LPG yang diduga terjadi saat proses aktivitas bongkar muat gas di ruang terbuka, yang melibatkan mobil angkutan gas dan kendaraan yang diduga merupakan mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Seperti diberitakan sebelumnya, insiden tersebut menyebabkan korban luka bakar dan memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian prosedur dalam proses distribusi gas.
Sejumlah pihak menilai, kejadian ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi LPG, termasuk aspek keselamatan kerja, kelayakan armada, serta pengawasan di lapangan.
Hingga saat ini, publik masih menunggu hasil investigasi resmi dari pihak berwenang, guna memastikan penyebab pasti insiden serta menentukan langkah penanganan yang tepat.
Media ini menjunjung asas praduga tak bersalah dan terus berupaya memperoleh konfirmasi dari seluruh pihak terkait. (Tim)
