Mediafartner.com.KERINCI — Suasana duka mendalam masih menyelimuti keluarga IN (22), seorang remaja kelas 3 SMALB yang tewas akibat kecelakaan maut di wilayah Semurup pada Selasa (8/7/2026).
Namun, di tengah suasana duka tersebut, publik dibuat geram dengan sikap pihak pengurus proyek P3TGAI di Desa Sawahan Jaya.
Proyek peningkatan tata guna air tersebut terpantau tetap berjalan seolah-olah tidak pernah terjadi insiden mengerikan yang merenggut nyawa manusia di lokasi pekerjaan.
Berdasarkan keterangan warga setempat, kecelakaan maut yang terjadi waktu itu bermula dari adanya tumpukan material batu dan pasir milik proyek P3TGAI yang dibiarkan menumpuk hingga memakan badan jalan. Parahnya, tumpukan material tersebut sama sekali tidak dilengkapi dengan rambu-rambu peringatan, lampu darurat, ataupun garis pengaman (police line) saat kecelakaan tersebut.
Kondisi jalan yang gelap tanpa penerangan memadai pada malam hari membuat keberadaan material proyek tersebut tidak terlihat oleh korban. Akibatnya, korban yang mengendarai kendaraan menabrak tumpukan batu secara telak. Benturan yang sangat keras menyebabkan korban mengalami luka parah di bagian kepala dan sekujur tubuh. Nyawanya pun tidak berhasil diselamatkan meski sempat mendapatkan pertolongan medis.
Warga Geram, Desak Penegak Hukum Bertindak Tegas
Sikap pihak pengurus proyek yang terkesan abai, tidak peduli, dan tidak merasa bersalah meski telah memicu jatuhnya korban jiwa memicu kemarahan warga. Masyarakat mendesak agar pengurus P3TGAI Desa Sawahan Jaya bertanggung jawab penuh secara hukum maupun moril kepada keluarga korban.
“Seolah tidak ada rasa bersalah, proyek ini tetap jalan terus meski darah sudah tumpah di lokasi pekerjaan. Ini bentuk kelalaian fatal,” ungkap salah satu warga dengan nada geram.
Sejalan dengan tuntutan tersebut, warga secara tegas meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) untuk:
Menghentikan sementara seluruh kegiatan pengerjaan proyek P3TGAI di lokasi tersebut sampai penyelidikan tuntas.
Memanggil dan memeriksa seluruh pengurus atau penanggung jawab proyek P3TGAI Desa Sawahan Jaya yang diduga lalai.
Memproses hukum pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kelalaian pemasangan material di badan jalan tanpa standar keselamatan kerja (K3) hingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.
Masyarakat berharap pihak berwenang tidak tinggal diam dan bersikap serius dalam menyikapi persoalan ini demi keadilan bagi korban dan keluarganya, serta mencegah terulangnya insiden serupa di kemudian hari.
Hingga berita ini diturun tim media terus berupaya mencari keterangan dan tanggapan terkait kepemilikan kelompok tani yang diduga lalai dan tidak menerapkan standar keselamatan kerja hingga mengakibatkan terjadinya tabrakan maut di lokasi proyek P3tgai di Desa Sawahan jaya semurup ini. (Tim)
